Kesalahan terbesar MySQL sejak awal adalah menerapkan model bisnis yang tidak sepenuhnya open source: dengan MySQL AB sebagai perusahaan pemilik. MySQL AB kemudian diakuisisi oleh Sun Microsystem pada 26 Februari 2008 senilai 1 miliar dolar. Akuisisi Sun Microsystem masih memberi harapan hidup kepada MySQL, mengingat Sun Microsystem pada dasarnya telah menjadi perusahaan open source dengan berbagai produk mainstream seperti Java, OpenOffice, dsb. Namun Sun tidak dapat memperoleh penghasilan usaha yang memadai sehingga akhirnya dibeli oleh Oracle, raksasa software proprietary, pada 27 Januari 2010.
Jauh sebelum ini, tahun 2005, Oracle telah menghadang MySQL dengan membeli InnoDB (Innobase). InnoDB adalah perangkat lunak penyimpan (storage engine) yang digunakan MySQL untuk database ACID-compliant, yang membuat MySQL dapat disejajarkan dengan RDBMS seperti Oracle dan PostgreSQL. Berbeda dengan perangkat lunak penyimpan milik MySQL: MyISAM yang hanya berfokus pada kecepatan.
Pasca akuisisi Innobase, segera dibangun alternatifnya: XtraDB.
- Percona Server: storage engine XtraDB untuk MySQL (kemudian digunakan oleh forking lain)
Sejak akuisisi oleh Sun, para developer MySQL telah mulai melakukan forking. Tercatat forking utama:
- OurDelta (Arjen Lentz)
- Drizzle (Brian Aker)
- MariaDB (Monty Widenius)
Pasca akuisisi Oracle, muncul beberapa fork baru:
- SkySQL (Ulf Sandberg)
Dengan berakhirnya era MySQL, dan belum ada fork yang dominan, dunia benar-benar kehilangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar